Bersua Lagi Di Waktu Nanti

on . Posted in Refleksi

Halo, engkau, bapak muda yang sedang ada di ibukota!

Apa kabarmu di sana?

Lewat surat ringkas ini aku ingin melantaskan percakapan kita yang lama tak diretas. Baiklah, hari ini engkau berbunga-bunga karena perubahan usia. Ku sampaikan selamat agar engkau sehat dan mensyukuri segala nikmat. Juga, semoga engkau menjadi saluran rahmat berkat bagi keluarga dan seluruh jagad.

Di hari ini untuk pertama kali aku mengurai kembali memori. Oktober, dua ribu dua belas. Jakarta. Engkau telah menanti. Aku sudah berjanji akan menemui. Tapi nyatanya aku lupa tak menghubungi. Terlalu seru dengan sekutu-sekutuku. Hingga akhirnya kau pun kecewa. Maafkan.

Sekarang aku merancang satu perjumpaan di masa mendatang. Agustus, dua ribu lima belas. Berharap engkau tak terlewat. Namun sudah kuungkap, mungkin aku akan tenggelam dalam duniaku. Doakan saja aku bisa meluangkan kesempatan untuk engkau.

Juga, untuk reuni dengan sahabat-sahabat muda-mudi. Mereka semua yang kini sudah beristri, bersuami, berkeluarga. Mari, kita saling bersua lagi di waktu nanti.

Selamat bermusik. Teruslah asyik dan menarik.
Selamat berkarya, kawan yang beranjak dewasa.
Bersemangatlah, Eqy Quarta!

Salam dan doaku