Gemini Mei, Gemini Juni

Posted in Refleksi

Wahai engkau sang Gemini dua puluh empat Mei :)

Kau pernah berucap bahwa kau mau surat. Surat dariku untukmu. Seperti waktu itu kau mendambakan kartupos paling rupawan dari Taiwan. Telah ku kabulkan, bukan? Betapa gagah pintamu, sebanding dengan betapa gigih upayaku. Begitulah Gemini. Sekali mengingini, sulit berhenti.

Kini, aku hendak mengikuti informasi termutakhir apa yang ingin kau bagi. Adakah kau sedang melayani tamu-tamu yang katamu datang tanpa henti? Ataukah sekarang kau tengah mendapat rehat? Aku mahfum, memang pekerjaanmu mensyaratkan limpahan aksi maklum. Agar kau tak merasa terhukum.

Bersama Manik Uni, Kelana Sepeda

Posted in Refleksi

Halo, Mbak Manik Uni! Selamat pagi.

Gigi sudah sehat dua puluh empat karat, yaa? Sudahkah berencana menyantap bebek goreng lagi bareng Clareta? Bebek goreng di dekat rumahku itu. Tempat kita bertiga makan malam bersama sebelum aku kembali lagi merantau di sebuah tanah asing. Tanah Formosa sebutannya. Tenang saja, aku tidak terasing, ataupun diasingkan.

Sekarang aku sedang di Formosa, engkau di Jawa. Aku mendiami Keelung, engkau di Blitar. Aku belajar, engkau bekerja. Aku yang menggagas surat, dan engkaulah yang mendapat. Jangan lupa, nanti ada seorang perempuan muda yang akan membaca & mengirimkan ini. Namanya Iit Sibarani :)